EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN ICT

Evaluasi Hasil Pembelajaran

        Mata kuliah ICT yang diampu oleh Ibu Minsih dan Ibu Nur Amalia sangat menyenangkan. banyak ilmu yang didapat dari pembelajaran yang sudah berjalan. Pembelajaran ICT menambah daya imajinasi, pikir dan kreatifitas dalam membuat alat/ media pembelajaran, power point, sistem pembelajaran, mengerti akan kurikulum, membuat blog, story bird maupun tentang komunikasi lainnya.
           Untuk selanjutnya diharapkan Ibu dapat mengajar dengan lebih banyak menggunakan variasi pembelajaran agar para mahasiswa tidak merasa bosan dalam mengikuti kuliah. Serta dalam pembuatan tugas, diharapkan dapat memberikan contoh yang jelas agar mahasiswa tidak merasa bingung dan kesulitan dalam membuat tugas yang diberikan. Selain itu, Ibu perlu memakai pendekatan yang lebih baik lagi untuk lebih dekat dengan mahasiswa. Untuk waktu ke depan, semoga bisa menjadikan ilmu untuk kami dan dapat berbagi ilmu lagi di lain kesempatan. Terimakasih :D

DENISA YUDHA P / A510120187 / IV E

ICT KELOMPOK KEGIATANKU

KONSEP DASAR ANTROPOLOGI

PENDIDIKAN SENI RUPA DAN KETERAMPILAN

Di semester 4 ini, kami belajar berbagai hal dalam mata kuliah Pendidikan Seni Rupa dan Keterampilan, antara lain menggambar, mengarsir, membatik, mewarnai dengan krayon, menggambar dengan drawing pen dan banyak lainnya.




 




PENTINGNYA MOTIVASI TERHADAP PESERTA DIDIK





MAKALAH KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
“ PENTINGNYA MOTIVASI TERHADAP PESERTA DIDIK ”
Disusun guna memenuhi tugas Kepemimpinan Pendidikan
Dosen Pengampu : Samino


Disusun Oleh :
1.      Fiviana Yunika                      A510120180/ VI F
2.      Denisa Yudha Pertiwi           A510120187/ VI F

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Motivasi
Huitt, W. (2001) mengatakan motivasi adalah suatu kondisi atau status internal (kadang-kadang diartikan sebagai kebutuhan, keinginan, atau hasrat) yang mengarahkan perilaku seseorang untuk aktif bertindak dalam rangka mencapai suatu tujuan.
Thursan Hakim (2000 : 26) mengemukakan pengertian motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu.
Pengertian motivasi yang lebih lengkap menurut Sudarwan Danim (2004 : 2) motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan, atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
Menurut Hermine Marshall Istilah motivasi belajar mempunyai arti yang sedikit berbeda. Ia menggambarkan bahwa motivasi belajar adalah kebermaknaan, nilai, dan keuntungan-keuntungan kegiatan belajar belajar tersebut cukup menarik bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan terjadi apabila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang ia miliki dan ia harapkan. Sedangkan dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan. Dorongan merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan dan tujuan merupakan hal ingin di capai oleh seorang individu. Tujuan tersebut akan mengarahkan perilaku dalam hal ini  yaitu perilaku unutk belajar.
Bertolak dari arti kata motivasi diatas, maka yang dimaksud dengan motivasi belajar adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat belajar. atau dengan kata lain sebagai pendorong semangat belajar.

B.     Pentingnya Motivasi Belajar
Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah sebagai berikut :
a)      Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir
Contohnya : setelah siswa membaca suatu bab buku bacaan, di bandingkan dengan temannya sekelas yang juga bab tersebut, ia kurang berhasil menangkap isi, maka ia terdorong membaca lagi.
b)      Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar yang dibandingkan dengan teman sebaya.
Sebagai ilustrasi jika terbukti usaha belajar seorang siswa belum memadai maka ia berusaha maka ia berusaha setekun temannya yang belajar dan berhasil.
c)      Mengarahkan kegiatan belajar.
Sebagai ilustrasi setelah ia ketahui bahwa bahwa dirinya belum belajar secara serius, seperti bersenda gurau di dalam kelas maka ia akan merubah perilaku belajarnya
d)     Membesarkan semangat belajar.
Contoh seorang anak yang telah menghabiskan banyak dana untuk sekolahnya dan masih ada adik yang di biayai orang tua maka ia akan berusaha agar cepat lulus.
e)      Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja, siswa dilatih untuk menggunakan kekuatannya sehingga dapat berhasil.
Sebagai ilustrasi, setiap hari siswa di harapkan untuk belajar di rumah, membantu orang tua dan bermain dengan  temannya. Apa yang di lakukan di harapkan dapat berhasil memuaskan.

C.    Jenis Motivasi
Berdasarkan sifatnya, motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik (Suryabrata, 1995 :7):
a.       Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari diri sendiri dan tidak dipengaruhi oleh sesuatu di luar dirinya karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Orang yang tingkah lakunya digerakkan oleh motivasi intrinsik, baru akan puas kalau tingkah lakunya telah mencapai hasil tingkah laku itu sendiri.
Misalnya , orang yang gemar membaca tanpa ada yang mendorong , ia akan mencari sendiri buku – buku untuk dibacanya. Orang yang rajin dan bertanggung jawab tanpa menunggu komando, sudah belajar dengan sebaik – baiknya.
b.      Motivasi Ekstrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan belajar.
Misalnya, siswa yang sedang menyelesaikan pekerjaan rumah, sekedar mematuhi perintah guru, kalau tidak dipatuhi guru akan memarahinya.

D.    Prinsip-Prinsip Motivasi Belajar
Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Tidak ada seorang pun yang belajar tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam belajar tidak hanya sekedar diketahui, tetapi harus diterangkan dalam aktivitas belajar-mengajar. Ada beberapa prinsip motivasi dalam belajar seperti dalam uraian berikut:
a.       Motivasi sebagai Dasar Penggerak yang Mendorong Aktivitas Belajar.
Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya. Motivasilah sebagai dasar penggeraknya yang mendorong seseorang untuk belajar.

b.      Motivasi Intrinsik Lebih Utama daripada Motivasi Ekstrinsik dalam Belajar.
Efek yang tidak diharapkan dari pemberian motivasi ekstrinsik adalah kecenderungan ketergantungan anak didik terhadap segala sesuatu di luar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak didik juga bermental pengharapan dan mudah terpengaruh.
c.       Motivasi Berupa Pujian Lebih Baik daripada hukuman.
Meski hukuman tetap diberlakukan dalam memicu semangat belajar anak didik, tetapi masih lebih baik penghargaan berupa pujian. Setiap orang senang dihargai dan tidak suka dihukum dalam bentuk apa pun juga. Memuji orang lain berarti memberikan penghargaan atas prestasi kerja orang lain.
d.      Motivasi Berhubungan Erat dengan Kebutuhan Belajar.
Dalam kehidupan anak didik. Membutuhkan penghargaan. Perhatian, ketenaran, status, martabat, dan sebagainya merupakan kebutuhan yang wajar bagi anak didik. Semuanya dapat memberikan motivasi bagi anak didik dalam belajar.
e.       Motivasi dapat Memupuk Optimisme dalam Belajar.
Siswa yang mempunyai motivasi dalam belajar selalu yakin dapat menyelesaikan setiap pekerjaan. Dia yakin bahwa belajar bukan kegiatan yang sia-sia. Hasilnya akan berguna tidak hanya kini, tetapi juga di hari mendatang.

E.     Cara Meningkatkan Motivasi Belajar
Cara meningkatkan motivasi belajar siswa oleh guru yaitu dengan:
a.       Memberikan pemahaman kepada siswa, terhadap apa yang dicita-citakan kelak
b.      Memberikan suasana yang nyaman dan kondusif
c.       Menyiapkan bahan ajar yang menarik
d.      Menggunakan metode dan teknik pembelajaran yang menyenangkan
e.       Meyakinkan siswa bahwa mereka mampu mencapai suatu prestasi
f.       Memberikan hadiah kepada siswa yang berprestasi
g.      Menggunakan metode pembelajaran PAIKEM
h.  Melakukan pembelajarn di luar kelas, bahkan di luar sekolah, agar siswa tidak bosan, karena pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas
i.        Dalam pembelajaran dikemas dalam bentuk kompetisi

LAPORAN KARAWITAN

LAPORAN PENGAMATAN
PAGELARAN SENI KARAWITAN
INSTITUT SENI INDONESIA
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Karawitan



Disusun Oleh :
Denisa Yudha Pertiwi           A510120187 / VI E


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014







PEMBAHASAN

Pada pementasan yang diselenggarakan oleh Institut Seni Indonesia pada tanggal 11 dan 16 April 2014 dimana pementasan tersebut merupakan tugas akhir bagi mahasiswa Institut Seni Indonesia jurusan karawitan. Pada umumnya, pertunjukan yang disajikan terbagi dalam 2 sajian yang masing-masing memiliki karakter tersendiri. Dua sajian tersebut yaitu ekspresi gending dan komposisi baru/ karya baru karawitan (komposer mahasiswa). Yang secara umum akan di jelaskan, sebagai berikut :
Karawitan adalah musik dengan sistem nada (laras) slendro maupun pelog, atau tangga nada non diatonis yang pernah berkembang atau masih hidup di Indonesia, sebagai musik tradisional di daerah-daerah.
Gendhing adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut komposisi musikal dalam karawitan Jawa. Secara konvensional, repertoar gending Jawa telah memiliki cara dan pola penyajian, bentuk dan struktur, serta karakterisik yang berbeda dengan lagu atau komposisi jenis musik lain. Secara musikal di dalam penyajian karawitan, saat para seniman memainkan instrumen yang   memiliki fungsi dan teknik permainan yang berbeda, mereka tidak sekedar terpaku terhadap instrumen yang dimainkannya, melainkan mereka saling memperhatikan dengan sesama penyaji yang lain. Mereka saling melempar dan merespon ide musikal, sehingga terjadi dialog dan interaksi musikal yang hidup dan menarik. Sehingga bila dianalisis ketika masing-masing ricikan (instrumen) yang mereka sajikan memiliki cara permainan, warna suara dan kaidah-kaidah (vokabuler) yang beragam dan ketika seluruh permainan instrumen dimainkan secara terpadu tetap menjadikan satu kesatuan yang enak didengar (harmonis). Dalam sajiannya karawitan juga sangat memungkinkan adanya perbedaan penyajian pada saat yang berbeda. Perbedaan penyajian tersebut antara lain ditentukan oleh fungsi dan kegunaan karawitan.
Bagi seseorang yang digolongkan ke dalam kelompok komposer, melakukan kreativitas merupakan sesuatu yang amat penting bagi dirinya. Ia akan merasa kehidupannya lebih hidup hanya dengan berkreativitas. Sebaliknya, ia akan merasa kehidupannya menjadi hampa tanpa berkreativitas. Kreativitas dilakukan dalam rangka mewujudkan potensinya, untuk mewujudkan dirinya, untuk berkembang dan menjadi matang, serta untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas dalam dirinya, sehingga dengan demikian ia akan dapat menemukan jati dirinya sebagai seorang komposer.

  1. Ekspresi Gendhing (11 April 2014)
A.    Sajian 1
Oleh Dini Sekarwati dan Tri Haryoko sebagai pengrawit. Dengan instrumen terdiri dari bonang 1, bonang penerus 1, sinden 9, rebab 1, slenthem pukulnya 2 dengan 3 orang pemain, slenthem biasa 1, balungan ada 7 (3 demung, 3 saron, 1 saron penerus/ peking), gong (1 paket dengan kempul) 1, kenong 1, kethuk kempyang untuk mengatur tempo ada 1, suling 1, siter atau kecapi 1, 1 pemain kajon karawitan suwuk. Ketika penyajian karawitan akan berakhir ditandai dengan tempo cepat. Jumlah pemain pada sajian1 berjumlah 30. (Gending Pathelan)
B.     Sajian 2
Oleh Liliawati sebagai vokal dan Danang Ari Prabowo sebagai ricikan rebab. Dan ricikan gending laras slendro patet 6 (Sartono Tatakan). (Gendhing Topeng Wayang). Pemain sama seperti sajian 1 tetapi vokal hanya1, jumlah pemain 26 orang, ada 4 penari, 3 penari bertopeng (putih, biru, merah), penari biasa 1, terdapat dalang, terdapat drama memakai bahasa Jawa. Tari yang dibawakan sangat menghayati isi dari cerita sajian ini, para penari membawakan cerita dan tariannya dengan sangat profesional. Suara sinden juga sangat berperan penting dalam suatu pagelaran seperti ini.
C.     Sajian 3
Jumlah pemain 27 orang, sinden perempuan 1 orang (menyanyi) dan sinden laki-laki 5 orang (tepuk dan nyanyi).
  1. Komposisi Baru/ Karya Baru Karawitan (Komposer Mahasiswa)
A.    Sajian 1
Berjudul Kluthekan dengan komposer Arna Saputra (09111144), asal Wonogiri. Sajian ini menceritakan tentang aktivitas di sebuah Warung Makan (Warung Tahu Kupat) yang semua aktivitas di dalamnya menghasilkan bunyi atau suara kluthak-kluthuk. Diantaranya : ceret air yang menghasilkan bunyi menjerit setelah air mendidih, botol-botol bekas (dipukul, ditiup), suara orang berbicara atau bercerita, suara gemercik gelas, suara menggoreng tahu, suara memotong sayur. Dari berbagai bunyi aktivitas tersebut komposer memanfaatkan dengan baik sumber dan peralatan bunyi disekitar kita. Sajian ini memberi gambaran dan penyegaran untuk memajukan kembali tradisi atau kesenian daerah terutama bagi anak muda untuk menjaga dan meneruskan kesenian serta tradisi yang ada.
B.     Sajian 2
Komposisi berjudul “Trenyuh” dengan komposer Jasno (06111133), lahir di Boyolali, 24 April 1986, SD Negeri Sruni lulus tahun 1999, SMP Negeri Musuk lulus tahun 2002, SMK Negeri 8 Surakarta lulus tahun 2006. Sajian ini menceritakan tentang keluarga, trenyuh merupakan sebuah perasaan sedih atau terharu ketika melihat sesuatu dan merasa iba. Alat musik yang digunakan kenong, tabuhan kendhi, kempul, alat musik dari peralon panjang berisi pasir, alat gesek rebab.
C.     Sajian 3
Komposisi berjudul “Randha” dengan komposer Kukuh Yuwana Basuki (10111111), lahir di Karanganyar, 21 Juni 1991, SD Negeri 02 Sumberejo, SMP Negeri 02 Kerjo, SMK Negeri 8 Surakarta. Alat musik terdiri dari variasi karawitan yang disajikan dan diolah sedemikian rupa oleh komposer sehingga tercipta hasil karya musik yang indah dan menonjolkan serta menunjukkan isi dari sajian tersebut. Sajian ini menceritakan tentang suasana hati seorang janda yang merasa kesepian.
D.    Sajian 4
Komposisi yang berjudul “Ngedhablu” dengan komposer Suryo Winarko, lahir di Ngawi, 23 Juni 1991. Sajian ini menceritakan tentang wakil rakyat yang mengumbar janji tanpa ada pembuktian dan tindakan untuk kesejahteraan rakyatnya. Alat musik yang digunakan : gong cilik, gambang, kenong.
E.     Sajian 5
Dengan judul “ Kasmaran” komposer Tony Prabowo, lahir di Grobogan, 26 Mei 1992, SD lulus tahun 2004, SMP lulus tahun 2007, SMA lulus tahun 2010. Sajian ini  menggambarkan bahwa semua makhluk hidup di dunia ini pasti akan merasakankasih sayang, kasmaran. Kasmaran dapat terjadi kepada siapa saja, kapan saja, dengan siapa dan di mana saja. Kasmaran atau kasih sayang melahirkan perasaan cinta kasih, serta kedamaian.




LAMPIRAN
             



            



             
             

             
              
            
    


Flickr Images

Like us on Facebook